Pemakaman Ali Khamenei Dijadwalkan Berlangsung Selama Tiga Hari Penuh Rangkaian Acara

Menyusul wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, pemerintah Iran akan mengadakan serangkaian acara penghormatan di Tehran pada malam hari, 4 Maret 2026. Acara ini dirancang agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah berperan penting dalam sejarah negara mereka.

Hojjatoleslam Mahmoudi, kepala Dewan Propaganda Islam Iran, mengumumkan bahwa penghormatan akan berlangsung selama tiga hari penuh. Rincian mengenai jadwal pemakaman resmi akan diumumkan dalam waktu dekat.

Ia menambahkan bahwa masyarakat berkesempatan untuk memberikan penghormatan langsung kepada jenazah Ali Khamenei di Aula Salat Imam Khomeini, Teheran, mulai pukul 22.00 waktu setempat.

“Mosalla (aula salat) akan dibuka untuk para pelayat. Kami mendorong masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam upacara penghormatan ini, sekaligus menunjukkan solidaritas yang kuat,” ungkapnya sebagaimana dimuat dalam laporan media setempat.

Laporan dari media pemerintah menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, yang dikenal dengan sikap tegasnya terhadap Amerika Serikat dan Israel, meninggal dunia pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara yang dilancarkan oleh kedua negara. Ia meninggal pada usia 86 tahun.

Sebagai reaksi atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangkaian rudal ke beberapa lokasi di Teluk, termasuk Dubai, Abu Dhabi, Qatar, dan Bahrain. Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam, di mana Iran bersumpah untuk membalas kematian pemimpin mereka, sementara Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan bahwa saat ini sudah “terlambat” bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan guna menghindari konflik lebih lanjut.

Serangan balasan Iran juga menargetkan fasilitas minyak dan kedutaan besar AS di kawasan Teluk dengan menggunakan drone dan rudal. Pada saat yang sama, Israel memperluas operasi militernya hingga ke Lebanon untuk menghadapi kelompok Hezbollah, yang mendapatkan dukungan dari Teheran, setelah kelompok tersebut terlibat dalam konflik.

Memasuki hari keempat dari ketegangan ini, sebuah serangan drone telah memicu kebakaran di konsulat AS yang berada di Dubai. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan memastikan bahwa semua staf di konsulat dalam keadaan aman.

Hingga saat ini, lebih dari 700 warga Iran dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi, menambah angka korban dalam konflik yang semakin meruncing ini.

➡️ Baca Juga: Politik Ekonomi pasca-Pandemi di Asia: Analisis Kebijakan Pemulihan

➡️ Baca Juga: Tips Beternak Lele: Panduan Lengkap untuk Pemula

Exit mobile version