Investor Memilih Emas dan Dolar Saat IHSG Tertekan Akibat Konflik Timteng

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan akibat meningkatnya ketegangan dalam konflik di Timur Tengah. Dengan penurunan yang mencapai level 7.500, banyak investor memilih untuk mengalihkan investasi mereka ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas dan dolar.

Reydi Octa, seorang pengamat pasar modal, menggarisbawahi bahwa emas, dolar Amerika Serikat (AS), dan obligasi pemerintah AS kini menjadi pilihan utama bagi investor yang berusaha melindungi nilai dana mereka. Proses pemindahan dana ini berlangsung sembari para investor menunggu penurunan ketegangan antara Iran, AS, dan Israel.

“Umumnya, investor global cenderung memindahkan sebagian dananya ke aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah AS, dan dolar AS, sambil menunggu kepastian mengenai sentimen global serta meredanya ketegangan geopolitik,” ungkap Reydi dalam sebuah wawancara, Rabu, 4 Maret 2026.

IHSG ditutup mengalami penurunan drastis sebesar 343,19 poin atau setara dengan 4,32 persen, yang membawa indeks ke posisi 7.596,58 pada sesi perdagangan awal Rabu, 4 Maret 2026. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif yang terjadi di bursa saham Asia lainnya.

Reydi juga menambahkan bahwa melemahnya IHSG tidak terlepas dari berbagai pengaruh eksternal. Selain itu, aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor setelah beberapa hari mengalami lonjakan juga memberikan dampak negatif terhadap indeks saham domestik.

Lebih lanjut, Reydi menjelaskan bahwa investor asing melakukan aksi jual (net sell) terutama terhadap saham-saham besar (big caps). Hal ini didorong oleh rotasi dana ke aset yang lebih aman dan penyesuaian portofolio global di tengah ketidakpastian pasar yang sangat tinggi.

Dari perspektif global, Reydi mencatat bahwa sikap pelaku pasar masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang berkepanjangan serta kekhawatiran mengenai arah suku bunga global yang belum sepenuhnya stabil. Situasi ini memicu sentimen risiko yang rendah di banyak pasar saham di kawasan Asia.

➡️ Baca Juga: Komunitas Climbing Lokal: Menjelajahi Petualangan Alam

➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Korupsi di Kejuaraan Internasional

Exit mobile version