Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud Hendropriyono, dengan tegas membantah adanya isu penamparan yang melibatkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
Pernyataan klarifikasi ini disampaikan oleh Hendropriyono melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 23 April 2026. Dalam video tersebut, ia menyampaikan penjelasan yang jelas mengenai situasi yang sedang dihadapi.
Hendropriyono menegaskan bahwa berita tersebut sepenuhnya tidak berdasar. Ia menjelaskan bahwa insiden seperti yang diisukan tidak pernah terjadi dan sama sekali tidak ada dalam catatan.
Ia pun mengingatkan publik untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di era di mana hoaks begitu mudah menyebar. Penting bagi masyarakat untuk melakukan verifikasi sebelum mempercayai sebuah kabar.
“Tidak pernah ada kejadian seperti itu,” tegas Hendropriyono, menegaskan bahwa berita yang beredar adalah salah dan tidak layak untuk dijadikan rujukan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tindakan penamparan yang disebutkan dalam isu tersebut bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan profesional, khususnya dalam institusi militer dan pemerintahan yang sangat menjunjung tinggi integritas dan kehormatan.
“Itu informasi yang tidak benar. Di zaman sekarang, kita harus bisa memahami bahwa itu adalah hoaks. Tidak pernah ada kejadian semacam itu,” jelasnya dengan tegas.
Hendropriyono juga menggarisbawahi dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak akurat. Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum memiliki dasar yang kuat, terutama jika informasi tersebut berpotensi merusak reputasi individu.
Ia mengingatkan bahwa isu yang beredar mampu mencemari nama baik orang-orang yang terlibat, termasuk Teddy Indra Wijaya, yang saat ini sedang menjalani karier yang sangat baik.
“Apalagi untuk Teddy, yang sedang menapaki karier yang cemerlang. Kita tidak seharusnya melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain. Ini bukanlah tindakan yang baik,” ujarnya dengan nada peringatan.
Hendropriyono juga menekankan pentingnya menjaga moralitas dan etika dalam menyebarkan informasi. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai ini telah menjadi bagian integral dari budaya bangsa yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara oleh setiap individu.
“Moral dan etika dalam masyarakat kita diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, informasi yang beredar harus disaring dengan baik. Itu tidak benar,” pungkasnya, menegaskan kembali pentingnya integritas dalam komunikasi publik.
➡️ Baca Juga: Airlangga Tegaskan Pemerintah Tingkatkan Efisiensi Tanpa Perlebar Defisit dan Terbitkan Perppu
➡️ Baca Juga: Kondisi Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Makin Mesra atau Justru Renggang?
