Harga Barang Naik, Negara Tetangga RI Kirim Ribuan Truk Sembako dengan Harga Terjangkau

Jakarta – Dampak dari konflik yang terjadi di Timur Tengah mulai memengaruhi biaya hidup di berbagai negara di Asia, termasuk Thailand. Kenaikan harga energi berserta terganggunya rantai pasokan global turut berkontribusi pada lonjakan biaya kebutuhan pokok.

Thailand, yang diharapkan menjadi ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara pada awal tahun 2026, kini sedang mempercepat program distribusi barang murah untuk meredam lonjakan biaya hidup masyarakatnya.

Departemen Administrasi Provinsi di bawah Kementerian Dalam Negeri Thailand telah menginstruksikan pejabat di tingkat provinsi dan distrik untuk mendukung operasional 3.800 kendaraan mobile yang dikenal sebagai “Pum-Puang”.

Kendaraan ini berfungsi untuk menjual kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di berbagai daerah, terutama di lokasi terpencil yang sulit dijangkau oleh pasar tradisional atau toko tetap.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Kementerian Perdagangan Thailand yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sembako dengan harga terjangkau.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Thailand, Suphajee Suthumpun, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, dan berbagai lembaga pemerintah lainnya.

Selain pengoperasian kendaraan Pum-Puang, Thailand juga memperluas program “Blue Flag” atau Thong Fah, yang merupakan pasar murah yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga diskon.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan 518 acara Blue Flag di seluruh negara dari bulan April hingga Agustus 2026.

Program tersebut terdiri dari 12 pameran besar yang masing-masing akan memiliki 200 stan, 76 acara skala menengah dengan 50 stan, serta 380 kegiatan kecil di berbagai provinsi, termasuk 50 acara tambahan di distrik-distrik di Bangkok, sebagaimana dilaporkan pada 23 April 2026.

Lebih dari 5.000 unit penjualan bergerak juga akan dikerahkan, mencakup pedagang kaki lima, truk Pum-Puang, dan kendaraan Blue Flag mobile yang akan menjangkau masyarakat melalui jaringan lokal yang sudah ada.

Pemerintah juga tengah merekrut lebih banyak operator untuk mencapai target pengoperasian 3.800 kendaraan aktif, sementara kepala distrik diminta untuk mempercepat pelaksanaan program ini.

Selain upaya untuk menekan harga kebutuhan pokok, Thailand juga menyiapkan skema pinjaman berbunga rendah bagi para petani yang terkena dampak kenaikan biaya produksi.

Kabinet telah menyetujui program pinjaman dengan skema “co-payment interest” yang memiliki anggaran sebesar 30 miliar baht, yang setara dengan sekitar US$935,1 juta atau Rp15,9 triliun.

➡️ Baca Juga: 79,8 Persen Publik Mengapresiasi Kesuksesan Operasi Ketupat 2026 Turunkan Fatalitas Kecelakaan 31 Persen

➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Cryptocurrency Wallet untuk Melindungi Aset Digital Anda dengan Aman

Exit mobile version