BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Klaten Kolaborasi untuk Tingkatkan Literasi Jaminan Sosial di Masjid

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, menekankan urgensi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dari jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan sosialisasi yang berlangsung bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kabupaten Klaten.

Bambang menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga berfokus pada pekerja dalam kategori rentan, termasuk para penggiat masjid seperti marbot, takmir, dan pengurus masjid lainnya yang tergolong sebagai Bukan Penerima Upah (BPU). Saat ini, ia mengajak penggiat masjid untuk mengikuti dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dengan skema pembiayaan yang dapat didukung oleh pemerintah daerah atau secara mandiri.

“Melalui kesempatan ini, kami berupaya untuk memperdalam pemahaman penggiat masjid tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkap Bambang pada Kamis, 16 April 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis memberikan kartu kepesertaan kepada perwakilan penggiat masjid di Kabupaten Klaten, serta menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta. Hal ini menunjukkan komitmen nyata negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja.

Untuk tahun 2025 hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Klaten telah menyalurkan manfaat klaim dari semua program dengan total nilai mencapai Rp352,81 miliar. Selain itu, sebanyak 415 anak telah menerima manfaat beasiswa pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, dengan total nominal mencapai Rp 3,14 miliar.

“Itulah bukti nyata dari kehadiran kami dalam melindungi dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Klaten,” tegas Bambang.

Ia juga menekankan bahwa upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Ini juga merupakan bagian dari strategi BPJS Ketenagakerjaan yang berorientasi pada Coverage, Care, dan Credibility.

Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa perluasan perlindungan jaminan sosial terus didorong melalui kolaborasi dengan berbagai ekosistem, termasuk dalam lingkungan keagamaan dan komunitas masyarakat.

“Kami tidak hanya berkolaborasi dengan DMI, tetapi juga mulai menjangkau ekosistem keagamaan lainnya serta komunitas seperti RT dan RW. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan perlindungan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

➡️ Baca Juga: Keunggulan Taktik Fleksibel dalam Sepak Bola Modern yang Efektif dan Dinamis

➡️ Baca Juga: Memahami Struktur Pasar Crypto untuk Meningkatkan Keputusan Trading Anda

Exit mobile version