Astra Tingkatkan SDM dan Ekspansi Bisnis Berkelanjutan Menuju Tujuh Dekade Ke Depan

Jakarta – Astra International menegaskan komitmennya sebagai salah satu korporasi nasional yang terus berkembang di tengah tantangan global yang dinamis. Memasuki usia ke-69 tahun, pencapaian ini tidak hanya didukung oleh kinerja bisnis yang solid, tetapi juga oleh nilai-nilai yang dijunjung tinggi, kekuatan sumber daya manusia, dan strategi ekspansi yang terencana dengan baik.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menyatakan bahwa perjalanan hampir tujuh dekade perusahaan ini mencerminkan proses kolaboratif yang dibangun bersama masyarakat Indonesia.

“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar angka, melainkan narasi tentang jutaan langkah yang sejalan dan berkembang bersama bangsa,” ungkap Djony dalam wawancara dengan Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, yang dilansir pada 17 Maret 2026.

Djony menjelaskan bahwa Astra didirikan berdasarkan filosofi yang kokoh yang diwariskan oleh pendirinya, William Soeryadjaya. Filosofi ini direalisasikan melalui nilai Catur Dharma yang menjadi pedoman dalam setiap langkah dan keputusan perusahaan.

Ia menggambarkan Astra sebagai “pohon rindang”, yang tidak hanya tumbuh dengan kokoh, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Catur Dharma, menurutnya, bukan sekadar prinsip tertulis, melainkan diimplementasikan dalam setiap keputusan dan kerja sama bisnis.

“Nilai-nilai ini berfungsi sebagai kompas bagi setiap insan Astra untuk memastikan arah perusahaan tetap jelas di tengah perubahan zaman,” tegasnya.

Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam strategi melalui 3P Roadmap yang meliputi Portfolio, People, dan Public Contribution. Kerangka ini dirancang untuk menyeimbangkan kinerja bisnis dengan keberlanjutan jangka panjang serta memperkuat ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan.

Dalam perjalanan panjangnya, Astra telah melewati berbagai fase, termasuk dinamika politik dan ekonomi nasional, krisis moneter, disrupsi teknologi, pandemi COVID-19, hingga ketidakpastian geopolitik global. Djony menekankan bahwa konsistensi dalam menerapkan nilai Catur Dharma adalah kunci utama agar perusahaan tetap relevan.

“Pengamalan Catur Dharma oleh para pemimpin Astra dalam setiap keputusan dan langkah yang diambil adalah suatu keharusan. Mereka harus memimpin dengan contoh,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa internalisasi nilai-nilai tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program di seluruh tingkat organisasi. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa budaya perusahaan tetap relevan dan efektif dalam mendukung kinerja.

➡️ Baca Juga: Lokasi Perpanjangan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Selasa, 10 Maret 2026

➡️ Baca Juga: Panduan Affiliate Marketing: Cara Dapatkan Uang dari Internet

Exit mobile version