Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan rencana pengaturan lalu lintas untuk menghadapi arus balik Lebaran. Kebijakan sistem satu arah atau one way untuk arus balik menuju Jakarta akan dimulai besok, tepatnya pada pukul 14.00 WIB.
“Prioritas utama bagi volume lalu lintas yang tinggi adalah penerapan one way nasional arus balik yang akan dilaksanakan pada tanggal 24, dimulai pukul 14.00. Acara pelepasan akan dipimpin langsung oleh Kapolri dan beberapa menteri yang hadir,” ujar Irjen Agus kepada wartawan pada Senin, 23 Maret 2026.
Irjen Agus menambahkan bahwa hari ini, pihaknya telah memulai sosialisasi terkait persiapan arus balik dengan sistem one way. Korlantas Polri menggelar pengaturan tersebut mulai pukul 14.00 WIB dari Km 263 hingga Km 70 Tol Cikampek Utama.
Arus balik dengan sistem one way ini akan berlangsung dari Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 70 Tol Cikampek Utama.
Menurut Irjen Agus, volume kendaraan yang diprediksi kembali ke Jakarta pada puncak arus balik besok cukup signifikan. Hal ini didasarkan pada tingginya jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta saat puncak arus mudik Lebaran tahun ini.
“Pada puncak arus, diperkirakan ada 270 ribu kendaraan dalam satu hari. Dengan demikian, arus balik juga akan menjadi cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 43 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta, dan kami akan mengelola ini dengan baik melalui mekanisme rekayasa lalu lintas,” jelasnya.
Irjen Agus memastikan bahwa Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai kebijakan lalu lintas untuk mengatasi kepadatan kendaraan yang kembali ke Jakarta. Namun, ia juga mengingatkan agar para pengendara tidak memaksakan diri untuk pulang pada saat one way arus balik berlangsung.
Ia menambahkan bahwa kebijakan one way nasional arus balik dapat diperpanjang hingga tanggal 26 Maret, tergantung pada kondisi lalu lintas di jalan tol.
“Dengan demikian, one way nasional arus balik tidak hanya berlaku pada tanggal 24, namun juga pada tanggal 25 jika arus kendaraan masih tinggi. Ketika volume lalu lintas sudah menurun, kami akan mempertimbangkan untuk mencabut kebijakan ini. Oleh karena itu, pemudik diharapkan tidak berfokus pada tanggal 24 saja, karena bisa terjadi penumpukan di Km 70 menuju Jakarta. Ini perlu diantisipasi agar arus lalu lintas dapat terurai,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Iran Minta Maaf kepada Trump dan Berkomitmen untuk Tidak Menyerang Negara Timur Tengah Lagi
➡️ Baca Juga: MK Bolehkan Sekolah Madrasah Swasta Elite Tidak Gratis
